PROCEDURE QUALIFICATION RECORD (PQR)
PROCEDURE QUALIFICATION RECORD (PQR)
PQR ( Production Qualification Record ) merupakan catatan atau record dari semua parameter essential variable pada saat test coupon dilaksanakan. PQR hanya dibutuhkah untuk WPS yang membutuhkan kualifikasi. Untuk WPS prequalifikasi tidak perlu membutuhkan PQR karena memang tidak dilakukan test coupon. Semua requirement yang ada dalam standard merupakan min requirement yang harus dipenuhi oleh contractor. Perlu diingat lagi kata kata minimum. Artinya kita boleh melengkapi data data lain yang dianggap perlu untuk dapat dikatakan suatu report yang baik. Dimana dikemudian hari akan berguna didalam argumentasi atau pertanyaan dari pihak pihak yang membutuhkan klarifikasi.
Jadi suatu PQR yang lengkap dapat teridi dari data dat berikut ini :
- Record parameter welding lengkap sesuai Standard.
- Record parameter welding yang bukan essensial tapi mungkin di butuhkan dalam produksi atau mutu.
- Data Material certificate test coupon
- Data consumable certificate yang digunakan dalam welding test coupon
- Data lulus uji NDT seperti MPI atau DPI, UT atau RT
- Data lulus test destruktif test (Mechanical test) dari badan independent test
Jenis jenis parameter welding yang harus direcord saat running test coupon minimum harus memuat semua essential variable yang telah ditentukan dalam standard yang digunanakan untuk masing masing proses welding. Perlu diingat bahwa essensial variable untuk proses welding tertentu berbeda dengan proses welding yang lainnya. Misalnya essential variable proses SMAW tidak sama dengan essensial variable proses welding FCAW, GTAW, atau SAW. Perbedaan ini disebabkan oleh masing masing proses mempunya bentuk mesin dan peralatan yang berbeda beda sesuai dengan designnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 2 essential variable AWS D.1.1. 2006.
Urutan kerja membuat WPS/PQR :
1. Dari drawing konstruki (AFC) perhatikan : Jenis material, thickness material
2. Periksa code standard yang akan digunakan ( ASME ix, AWS D1.1, API 1104, DNV FS101, ISO)
3. Rancang terlebih dahulu pWPS nya)
4. Lakukan welding sesuai pWPS
5. Inspeksi visual
6. Lakukan NDT ( MPI (DPI), UT, or RT)
7. Lakukan mechanical test sesuai req standard yang digunakan.
8. Kalau semua hasil OK
9. Pindahkan record welding tersebut ke dalam WPS
10.Dapatkan prsetujuan approval WPS dari client
Hal-hal lain yang harus diperhatikan:
- Dalam AWS D1.1 khususnya, ada istilah Prequalified WPS dan Qualified WPS. Untuk Prequalified WPS artinya WPS yang tidak perlu dilakukan kualifikasi karena sudah dianggap terkualifikasi oleh code ini. Ini terkait dengan material spec dan welding process. Jadi ada beberapa material spec yang tidak perlu dilakukan kualifikasi. Dapat dilihat di section 3.
- Jika drawing konstruksi belum tersedia, sementara untuk tahap awal dapat menggunakan preliminary drawing (misal vessel atau tank). Dari data yang ada (design pressure, design temperature, jenis fluida dll) kita dapat menentukan ketebalan material yang dibuthkan, tentu saja setelah diketahui material specnya. Ini dapat dihitung dengan mengacu ke code ASME, API dan mungkin code yang lain.


